Sudah Tahu Fungsi Dari Stiker atau Label Pada Buah di Supermarket? Baca Dulu Ini!


Bagi Anda yang masih ragu membeli buah non-organik, informasi berikut ini akan sangat membantu untuk mengecek kualitas buah non-organik dari label yang menempel pada buah. Mau tahu seperti apa caranya? Simak ulasan yang kami lansir dari Brilio.net di bawah ini!

Sudah Tahu Fungsi Dari Stiker atau Label Pada Buah di Supermarket? Baca Dulu Ini!
Meski terlihat mengganggu, biasanya kita akan melihat label atau atau stiker kecil yang menempel pada buah ataupun sayuran yang kita beli dari Supermarket.

Baca juga: Ingin Terlihat Tetap Awet Muda? Perbanyak Konsumsi Buah Kaya Vitamin C!

Label pada buah tersebut sebenarnya memiliki fungsi penting yang dapat membantu Anda dalam mengecek kualitas buah non-organik yang hendak dibeli. Jadi, stiker tersebut tidak hanya berfungsi untuk memindai harga saat di kasir saja.

Biasanya, dilabel akan tertulis angka-angka yang sebenarnya angka tersebut adalah kode yang sangat penting untuk diperhatikan pembeli, terutama bagi Anda yang ingin mengkonsumsi buah tersebut secara langsung.

Kode pada label buah dan sayuran ini bernama kode Price Look-Up (PLU), kode ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda harga saja, tapi juga untuk memberitahu pembeli apakah buah tumbuh secara organik atau dengan pupuk kimia, atau melalui rekayasa genetika.

Berikut ini kami akan bagikan arti dari sejumlah angka-angka yang tertera pada label buah dan sayuran yang biasa Anda beli di Supermarket:
  • Kode 4454, artinya Buah Jeruk, tumbuh secara konvensional, dan tidak organik.
  • Kode 94011, artinya Buah Pisang, ditanam dan tumbuh secara organik.
  • Kode 84011, artinya Buah Pisang, ditanam secara konvensional, non-organik, dan melalui rekayasa genetis.
  • Kode 3017, artinya Buah Pears, ditanam secara konvensional, dan non-organik.
  • Kode 84032, artinya Buah Melon atau Semangka, ditanam secara konvensional, non organik, dan melalui rekayasa genetis.
  • Kode 93308, artinya Buah Melon atau Semangka, ditanam secara konvensional, dan organik.

Untuk mempermudah dalam mengingat kode buah atau sayuran dengan kualitas yang baik, ada cara mudah yang dapat dilakukan, antara lain:
  • Kode terdiri empat angka, artinya konvensional, dan non-organik.
  • Kode terdiri lima angka, dimulai dengan angka 8, artinya konvensional, non organik, dan melalui rekayasa genetis.
  • Kode terdiri dari 5 angka, dimulai dengan angka 9, artinya organik.

Contoh:

Buah pisang akan selalui dilabeli dengan kode 4011, apabila label pisang dimulai dengan angka 9, misalnya 94011, artinya pisang tersebut tumbuh dengan menggunakan pupuk organik.

Berbeda halnya dengan label buah yang dimulai dengan angka 8, misalnya kode 84011, artinya pisang tersebut tumbuh melalui rekayasa genetika.

Disarankan untuk Anda menghindari buah dengan kode 5 digit yang dimulai dengan angka 8, atau kode yang hanya terdiri dari 4 digit, karena label tersebut untuk buah yang mengandung pestisida.

Maksud dari konvensional ialah buah tumbuh dengan pupuk tidak organik, misalnya pupuk petroleum atau pestisida. Rekayasa Genetis, artinya buah tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga buah sudah tidak alamiah lagi, atau sudah ditingkatkan lebih dari jenis aslinya.

Nah, bagaimana dengan tips di atas? Saat membeli buah atau sayuran, sebaiknya Anda lebih hati-hati dan mulai memperhatikan label atau stiker yang menempel pada buah tersebut.

Baca juga: Segudang Manfaat Luar Biasa yang Bisa Diperoleh dari Buah dan Tanaman Srikaya

Label dengan kode yang terdiri dari 5 digit berawalan angka 8, atau hanya terdiri dari 4 digit sebisa mungkin untuk bisa Anda hindari karena buah tersebut mengandung pestisida.

Tetapi sebenarnya tidak masalah untuk tetap dikonsumsi apabila Anda mencuci buah dengan cara yang benar, sehingga pestisida yang menempel pada permukaan buah sudah hilang sebelum Anda memakannya.
Posting Komentar
Click to comment