Pengertian, Ciri – Ciri, dan Cara Menghilangkan Penyakit Kulit Kudis


Penyakit kulit kudis adalah satu dari sekian penyakit kulit lainnya yang paling umum terjadi di negara negara berkembang. Bahkan, WHO (World Health Organization) telah menyatakan bahwa penyakit ini telah menyerang lebih dari 130 juta orang yang tersebar di seluruh dunia.

Pada negara negara maju, kudis kerap kali terjadi di institusi kesehatan, seperti klinik atau rumah sakit dan juga komunitas tertentu. Lain halnya dengan negara negara berkembang, di daerah kumuh, anak anak dan lansia sangat rentan terkena penyakit ini karena daya tahan tubuhnya yang masih belum baik. Akan tetapi, sebenarnya siapa saja dapat terkena penyakit kulit ini.

Cara mengatasi penyakit kudis

Informasi selengkapnya mengenai penyakit kulit kudis dapat Anda temui pada ulasan di bawah berikut ini.

Pengertian Penyakit Kulit Kudis

Penyakit kulit kudis merupakan suatu penyakit kulit yang menular. Penyakit yang juga disebut dengan scabies (scabies) ini disebabkan oleh tungau kecil yang menyusup ke dalam lapisan kulit terluar dan kemudian menimbulkan ruam pada kulit yang rasanya amat sangat gatal serta dapat menimbulkan keropeng. Tungau yang menyusup juga ukurannya sangat kecil dan tidak kasat mata.

Tungau yang menyebabkan penyakit ini adalah Sarcoptesscabiei. Makhluk – makhluk ini akan menggali liang yang bentuknya menyerupai terowongan untuk kemudian dijadikan sebagai tempat bersarang oleh mereka yang berada di bawah lapisan kulit luar atau epidermis.

Pada akhirnya, daerah sekitar sarang ini akan terasa sangat gatal dan mengganggu. Khususnya saat malam tiba, tubuh akan terasa lebih hangat karena suhunya naik dan kemudian membentuk ruam di kulit. Rasa gatal yang dialami bukan karena tungau itu sendiri, melainkan karena feses dan protein yang dihasilkan. Maka, jangan heran jika rasa gatal tetap ada meski tungau sudah dibasmi.

Ciri – Ciri Penyakit Kulit Kudis

Adapun ciri – ciri dari penyakit kulit kudis adalah ruam berbentuk lingkaran (kadang bergerumbul) dengan warna kemerahan yang jika digaruk akan meninggalkan bekas keropeng. Ruam ini biasa timbul di area ketiak, sela – sela jari, sekitar payudara, putting susu, telapak dan pergelangan tangan, siku, serta telapak kaki. Bahkan, ruam juga dapat muncul di organ intim.

Tak jarang ruam muncul disertai dengan adanya gelembung – gelembung yang berukuran kecil. Selain itu, terdapat garis lubang yang juga kecil di antara benjolan dari gelembung – gelembung tersebut. Umumnya, berwarna abu – abu dan agak membengkak karena kondisi kudis yang tidak segera diobati.

Kudis dapat menular melalui kontak fisik secara langsung dan intens antara penderita dan orang yang sehat. Terkadang, tungau pada kudis juga hinggap di benda – benda tertentu, seperti baju, handuk, seprai, dsb. Sehingga, sangat tidak disarankan untuk berbagi benda pribadi dengan penderita. Selain itu, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Kemudian, jika Anda memiliki hewan peliharaan, jangan luput untuk merawat dan menjaga kebersihannya. Meskipun dapat tertular dengan dampak terjadi reaksi kulit ringan yang sifatnya sementara, namun alangkah lebih baik jika semua penghuni di rumah Anda dalam keadaan bersih dan sehat.

Cara Menghilangkan Penyakit Kulit Kudis

Pertama kali yang harus Anda lakukan jika kudis sudah semakin parah adalah segera kunjungi dokter. Karena perawatan rumahan dan obat – obatan sudah tidak dapat menolong secara efektif pada tahap ini.

Umumnya, dokter hanya melihat kondisi ruam Anda dan mengambil sampel dari kulit yang mengelupas jika diperlukan. Pastikan dokter mengetahui kondisi Anda secara keseluruhan, seperti sedang dalam masa kehamilan atau menyusui, menderita alergi obat tertentu, dsb.

Obat – obatan yang biasa diberikan dokter kulit untuk penyakit kulit kudis adalah premethrin, lindane, atau crotamiton yang penggunaannya dengan cara mengoleskan pada area ruam dan sekitarnya dan didiamkan kurang lebih selama 8 jam lamanya.

Jangan lupa untuk mengeringkan kulit terlebih dahulu sebelum dioleskan obat – obatan tersebut. Selain itu, juga jangan sampai obat dioleskan saat suhu kulit masih hangat (misalnya setelah sauna atau mandi dengan menggunakan air hangat). Jika hal ini dilakukan, obat tersebut akan menyerap kulit lebih cepat sebelum tungau terbasmi secara menyeluruh.

Sebelum terkena penyakit kulit kudis, ada baiknya untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan kulit dengan mandi 2 x sehari serta banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E.

Sumber gambar: http://gng-herbalonline.blogspot.co.id/2016/06/obat-tradisional-tuntaskan-penyakit-kudis.html
Posting Komentar
Click to comment