Rahasia Dibalik Menghisap Darah Pada Jari Yang Terluka





Rahasia Dibalik Menghisap Darah Pada Jari Yang Terluka
Saat jari kita tiba-tiba berdarah karena teriris tanpa sengaja, banyak orang yang meresponnya dengan memasukkan jari yang terluka ke dalam mulut dan menghisap darahnya.

Tapi, mungkin kita juga bertanya-tanya, mengapa banyak orang yang melakukan itu?

Apakah hanya karena kebiasaan saja, atau memang ada khasiatnya untuk menyembuhkan luka?

Lalu, apakah aman dan efektif untuk menghentikan pendarahan serta mencegah infeksi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan coba kami jawab pada posting kali ini. Dan jika kamu masih terus bertanya-tanya tentang hal itu, maka jawabannya adalah ternyata menghisap darah di jari yang terluka memang ada khasiatnya bagi proses penyembuhan.

Baca juga: Sering Memakai High Heels Memicu Risiko Kerusakan Saraf Lebih Tinggi

Seperti yang dikatakan oleh para peneliti dari Belanda yang dipublikasikan dalam jurnal The FASEB, dalam air liur manusia memang terdapat suatu senyawa yang mampu mempercepat proses penyembuhan luka.

Senyawa tersebut adalah histatin, merupakan sejenis protein yang terkandung dalam air liur. Senyawa tersebut diyakini mampu dengan efektif membunuh bakteri pada luka dan mempercepat proses penyembuhan pada luka tersebut.

Kendati demikian, air liur merupakan cairan kompleks dengan banyak komponen yang terdapat di dalamnya, kita harus ketahui dulu komponen mana yang memiliki peran dalam penyembuhan luka.

Beragam teknik dipakai oleh para peneliti untuk memisahkan air liur menjadi beberapa komponen secara individual untuk kemudian diuji pada beberapa luka.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa histatin-lah yang memiliki peran penting dalam penyembuhan pada luka manusia.

Menurut Gerald Weissmann, MD, pimpinan redaksi The FASEB Journal, dalam hasil studi tersebut juga menjelaskan mengapa luka yang terdapat pada mulut seperti ekstraksi gigi atau luka pada gusi dapat sembuh lebih cepat ketimbang luka pada tulang atau kulit.

Dalam penelitian lain yang terpisah, Dr. Nigel Benjamin yang seorang spesialis farmakologi klinis di St. Bartholomew’s Hospital dan The London School of Medicine and Dentistry berpendapat bahwa ketika air liur mengenai kulit kita, maka nitrat (komponen alami dari liur), memecah jadi nitrat oksida.

Senyawa kimia tersebut cukup efektif dalam melindungi masuknya bakteri ke dalam luka yang disebabkan karena teriris.

Nitrat oksida dapat dipakai sebagai pengobatan untuk mencegah infeksi dalam perawatan luka maupun pada kondisi kulit lainnya.

Sementara itu dalam penelitian lainnya juga diungkapkan bahwa dalam air liur manusia terdapat antibakteri alami berupa lactoferrin dan lactoperoxidase yang bergabung dengan nitrat oksida menjadi antibiotik alami yang ampuh mencegah perluasan infeksi pada luka.

Kendati demikian, anggaplah tindakan menghisap darah pada jari yang terluka hanya sebagai upaya pertolongan pertama saja.

Ketika pendarahan telah berhenti, maka tetap harus ada usaha lainnya agar luka tersebut tidak menjadi infeksi yang lebih dalam.

Memang tak ada salahnya ketika kita menjilat atau menghisap darah pada jari yang teriris untuk meredakan sakit atau menghentikan pendarahannya. Namun, bisa saja infeksi sudah terjadi pada luka di bagian dalam.

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2015/05/29/165719623/Apa.Sih.Manfaat.Mengisap.Darah.di.Jari.yang.Terluka.



0 Response to "Rahasia Dibalik Menghisap Darah Pada Jari Yang Terluka"