Kurangnya Vitamin D Memiliki Hubungan Erat Dengan Autisme





Kurangnya Vitamin D Memiliki Hubungan Erat Dengan Autisme
Ditemukan hubungan autis dan vitamin D serta Sintesis Serotonin yang merupakan salah salah satu senyawa neurotransmitter di otak.

Hasil tersebut ditemukan pada sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Rhonda Patrick, PhD dan Bruce Ames, PhD dari Rumah Sakit Anak Oakland Research Institute (Chori).

Dari studi tersebut ditunjukkan bahwa dampak Vitamin D mungin berpengaruh pada perilaku sosial yang berkaitan dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), yakni gangguan neurological dan perkembangan autisme.

Baca juga: 8 Asupan Penting Untuk Daya Tahan Tubuh Anak Anda

Dr Patrick dan Dr Ames mengungkapkan bahwa serotonin, oksitosin, dan vasopressin adalah tiga hormon otak yang memiliki pengaruh pada perilaku sosial seseorang, dan semua hormon tersebut mampu diaktifkan dengan hormon vitamin D secara optimal.

Sebelumnya, Autisme memang ditandai dengan perilaku sosial yang kurang normal, dikaitkan dengan rendahnya tingkat serotonin dalam otak dan rendahnya tingkat vitamin D.

Namun, hingga sekarang memang belum ditemukan mekanisme yang menghubungkan dengan ke dua hal tersebut.

Ditunjukkan oleh penelitian tersebut bahwa hormon vitamin D memicu gen yang memproduksi enzim triptofan hidroksilase 2 menjadi aktif serta mengubah tryptophan asam amino esensial menjadi senyawa neurotransmiter yakni serotonin yang terdapat dalam otak.

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk menghasilkan serotonin yang cukup pada otak diperlukan vitamin D dengan jumlah yang memadai, di mana serotonin akan membentuk struktur dan jaringan otak yang bertindak sebagai neurotransmitter, dan mempengaruhi perilaku sosial.

Ditemukan pula oleh para peneliti bahwa gen yang memproduksi enzim triptofan hidroksilase 1 ditahan oleh hormon vitamin D, dan hal ini akan menghambat produksi serotonin dalam usus dan jaringan lain.

Ada beberapa fakta yang ditunjukkan dari hasil penelitian tersebut, antara lain:
  • Pada anak-anak autis terdapat kadar serotonin yang rendah pada otak, namun sebaliknya justru kadar serotonin begitu tinggi dalam darah mereka.
  • Anak-anak perempuan memiliki perbandingan jumlah autisme yang lebih kecil ketimbang anak laki-laki, hormon estrogen dan hormon lain yang sejenis ternyata dapat membantu peningkatan kadar serotonin pada otak anak perempuan.
  • Terdapat antibodi autoimun otak janin pada ibu dari anak penderita autis. Vitamin D berperan penting dalam mengatur produksi sel-T melalui pengaturan represi enzim triptofan hidroksilae 1. Sel-T merupakan sel yang ada di dalam salah satu grup sel darah putih yang berfungsi sebagai limfosit dan memiliki peran utama dalam kekebalan selular.
  • Kadar vitamin D yang memadai dianjurkan sebesar 30 ng/ml. Banyak orang di Amerika yang memanfaatkan paparan radiasi UVB yang berasal dari matahari dalam memperoleh vitamin D tersebut melalui jaringan kulit. Namun penggunaan tabir surya dan adanya pigmen melanin pada kulit akan menghambat perolehan vitamin D dengan cara ini. Dimungkinkan bahwa hal ini pula yang menjadi salah satu penyebab orang Amerika berkulit gelap kekurangan vitamin D dalam tubuhnya. Penurunan kadar vitamin D yang tajam pada orang-orang Amerika secara bersamaan juga berkaitan dengan meningkatnya kasus autisme.

Dari penelitian ini, ditunjukkan mengenai pentingnya asupan vitamin D, triptofan (asam amino esensial) dan asam lemak omega-3 yang mempengaruhi besarnya kadar serotonin.

Sehingga kadar vitamin D yang memadai juga membantu dalam pencegahan autisme, atau bahkan mungkin bisa menjadi penyembuh dari gejala autism Spectrum Disorder.

Baca juga: 7 Bahan Pangan yang Baik Untuk Kecerdasan Anak

Sayangnya, banyak makanan kadar vitamin D nya belum bisa mencukupi kebutuhan, maka menambah asupan suplemen vitamin D merupakan solusi dari masalah ini.

Sumber:
http://lifqual.com/hubungan-autis-dan-vitamin-d/



0 Response to "Kurangnya Vitamin D Memiliki Hubungan Erat Dengan Autisme"