Kematian Akibat Resistensi Antibiotik Seringkali Tidak Terdeteksi





Kematian Akibat Resistensi Antibiotik Seringkali Tidak Terdeteksi
Tanpa kita ketahui sebelumnya, bahwa ternyata resistensi terhadap antibiotik dapat mengakibatkan kematian.

Sebab, antibiotik sudah tidak lagi mampu membunuh bakteri atau kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita.

Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak mengetahui bahwa resistensi antibiotik dapat berakibat fatal bahkan sampai menyebabkan kematian.

Ada yang mengira seseorang meninggal disebabkan oleh gagal jantung, padahal ternyata ada kuman yang masih mengendap dalam tubuh dan gagal untuk dibunuh oleh antibiotik tersebut.

Baca juga: 6 Cara Melatih Daya Ingat Agar Tak Cepat Pikun

Sayangnya, di Indonesia sendiri belum mempunyai data kasus resistensi terhadap antimikroba yang berakhir pada kematian pasien.

Sistem pelaporan di rumah sakit juga masih banyak yang belum mengacu pada pasien yang mengalami resistensi antibiotik.

Seperti yang dikatakan oleh dokter Hari Paraton, Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba, ketika ada orang meninggal, masih sangat jarang yang menyebutkan apakah hal tersebut dikarenakan adanya resistensi antibiotik atau tidak.

Untuk mendeteksi apakah tubuh kita mengalami resistensi terhadap antibiotik, maka perlu dilakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu.

Jadi, cara mendeteksinya pun memang bukan hal yang mudah. Resistensi antibiotik ini bahkan tidak hanya menjadi masalah di Indonesia, melainkan juga menjadi masalah serius yang tengah dihadapi oleh dunia.

Berdasarkan laporan terakhir dari WHO yang berjudul “Antimicrobial Resistance: Global Report on Surveillance”, Asia Tenggara menjadi wilayah dengan kasus resistensi antibiotik tertinggi di dunia.

Khususnya pada kelompok bakteri Staphylococcus aureus yang cukup resisten terhadap MRSA (Methicillin).

Hari juga menerangkan bahwa seseorang mengalami resistensi antibiotik dapat disebabkan karena pemakaian antibiotik yang berlebihan.

Pemakaian antibiotik yang berlebihan tersebut bisa saja terjadi, sebab dokter sering memberikan antibiotik kepada pasien setiap kali terserang suatu penyakit.

Padahal, penyakit tersebut belum tentu juga disebabkan karena serangan bakteri. Di samping itu, ada kemudahan pasien untuk membeli obat antibiotik di apotek.

Seharusnya antibiotik memang tidak dijual bebas di apotek dan harus dengan resep dokter agar pemakaian sesuai dosis dan standar kesehatan.

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2015/08/06/103200423/Resistensi.Antibiotik.Sering.Tak.Terdeteksi



0 Response to "Kematian Akibat Resistensi Antibiotik Seringkali Tidak Terdeteksi"