7 Mitos yang Salah Tentang Penyakit HIV AIDS





7 Mitos yang Salah Tentang Penyakit HIV AIDS
ksrpmi-its.blogspot.com
Terdapat beragam mitos yang berkembang di tengah masyarakat kaitannya dengan penyakit HIV/AIDS. Akan tetapi, mitos-mitos tersebut belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Untuk itu, kaitannya dengan penyakit HIV AIDS ini, kita memerlukan pemahaman yang baik dan berasal dari sumber yang terpercaya.

Laman boldsky.com melansir beberapa mitos yang ternyata selama ini tidaklah benar terkait HIV AIDS.


1. Setia Pada Satu Pasangan Membuat Anda Bebas Dari Penularan HIV AIDS

Setia pada satu pasangan merupakan perilaku yang baik. Tetapi, banyak orang yang memang tidak mengetahui secara pasti mengenai riwayat kehidupan seksual pasangannya.

Baca juga: 4 Penyebab Batu Ginjal Yang Harus Kita Waspadai

Untuk itu, sebagai upaya pencegahan, ada baiknya Anda dan pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini akan membantu dalam menekan angka kasus penularan penyakit HIV AIDS.


2. HIV AIDS Dapat Menular Melalui Gigitan Nyamuk

Banyak orang percaya kalau virus HIV AIDS dapat menular melalui gigitan nyamuk. Akan tetapi, sampai saat ini mitos tersebut belum bisa dibuktikan oleh berbagai penelitian yang telah dilakukan.


3. HIV AIDS Takkan Menular Melalui Oral

Risiko terinfeksi virus HIV tetap ada meskipun Anda hanya melakukan Oral seks dengan orang yang telah menderita penyakit ini. Oleh sebab itu, penggunaan ‘pengaman’ tetaplah dianjurkan bagi Anda.


4. Menghabiskan Banyak Waktu Bersama Penderita Dapat Membuat kita tertular

Telah dibuktikan oleh berbagai penelitian bahwa bersentuhan dengan penderita, atau melalui media seperti air mata, air liur, maupun keringat  tidak akan membuat kita tertular virus HIV AIDS.

Jadi, menghabiskan waktu lama dengan penderita tidak memungkinkan kita dapat tertular penyakit ini.


5. Pihak yang Masing-masing Telah Terinfeksi Tidak Perlu Lagi Memakai Kondom

Mitos ini juga salah satu yang kurang tepat. Pemakaian kondom tetaplah diperlukan meskipun masing-masing pasangan telah terinfeksi penyakit HIV AIDS.

Karena, virus HIV AIDS juga memiliki keragaman jenis, dengan selalu memakai kondom ketika berhubungan intim, maka Anda akan dapat menghindarinya.


6. Penderita Akan Sehat Jika Mengkonsumsi Obat Secara Terus-menerus

Obat antiretroviral yang fungsinya untuk menekan pertumbuhan virus agar tidak terlalu cepat memang benar dapat memperpanjang usia penderita HIV AIDS, akan tetapi obat ini juga memiliki efek samping bagi kesehatan tubuh penderita.


7. Penyakit HIV AIDS Layaknya Seperti Vonis Mati, Akhir Dari Segalanya

Walaupun memang belum ditemukan obat yang manjur untuk menyembuhkan penyakit ini oleh dunia kesehatan, tapi tidak berarti bahwa ketika dokter mengatakan Anda positif, maka itu merupakan akhir dari segalanya.

Jangan samakan HIV AIDS layaknya vonis mati, penderita penyakit ini tetap dapat menjalankan berbagai aktivitasnya seperti biasa.

Yakinlah bahwa Anda adalah orang yang memang memiliki peran baik dan dapat bermanfaat untuk orang lain.

Tetap semangat dalam menjalani kehidupan, jangan berhenti berkarya, Anda masih tetap dapat berjuang untuk orang-orang di sekitar Anda.


Itulah beberapa mitos yang salah dan telah berkembang di masyarakat berkaitan dengan penyakit HIV AIDS, semoga artikel ini bermanfaat dan membuat kita semua semakin sadar terhadap bahaya HIV AIDS, serta semakin mengerti bahwa yang harus dijauhi itu adalah virusnya, bukan penderitanya. Tetap beri dukungan dan perhatian kepada “mereka”.

Sumber:
http://www.merdeka.com/sehat/7-mitos-tentang-hiv-aids-yang-harus-diketahui-kebenarannya.html



0 Response to "7 Mitos yang Salah Tentang Penyakit HIV AIDS"