15 Tanda Umum yang Mengindikasikan Seseorang Terinfeksi HIV





15 Tanda Umum yang Mengindikasikan Seseorang Terinfeksi HIV
ksrpmi-its.blogspot.com
Penyakit HIV | Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu virus yang sampai sekarang belum ditemukan obat penyembuhnya.

Penanganan terhadap penderita HIV hanya mampu dilakukan dengan pemberian obat-obat penguat tubuh.

Beberapa golongan orang yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus HIV antara lain adalah mereka yang sering melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan tanpa memakai pengaman, pengguna obat-obat terlarang (narkoba) dengan jarum suntik, dan anak-anak dengan riwayat orangtua positif HIV.

Menurut Michael Horberg, MD, direktur HIV/AIDS di Kaiser Permanente, Oakland, California, ketika seseorang berada pada tahap awal infeksi HIV, tidak ada gejala umum yang jelas ditunjukkan secara fisik.

Baca juga: 7 Mitos yang Salah Tentang Penyakit HIV AIDS

Infeksi virus HIV memang gejala awalnya tidak ada, hal inilah yang sering membuat orang-orang berisiko tersebut tidak tahu pasti bahwa tubuhnya ternyata telah dimasuki virus berbahaya ini.

Sekitar 40 sampai 90 persen orang akan mengalami gejala seperti flu atau yang dikenal pula dengan istilah sindrom retroviral akut (ARS) pada tahap awal (antara 1 hingga 2 bulan) virus HIV memasuki tubuh.

Namun, gejala HIV terkadang tidak muncul secara pasti hingga beberapa tahun bahkan beberapa dekade sesudah infeksi.

Berikut ini, kami akan berbagi mengenai tanda-tanda yang mungkin terjadi pada seseorang berisiko tinggi yang positif terinfeksi HIV.

Informasi ini sangat penting untuk kita ketahui, dan beritahukan pula pada orang-orang di sekitar Anda.


1. Demam

Tanda-tanda pertama seseorang mengalami ARS salah satunya adalah demam ringan, suhu tubuh biasanya bisa mencapai 39 derajat celcius.

Seringkali, demam tersebut disertai oleh gejala ringan lain seperti merasa lelah, sakit tenggorokan, dan terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Di titik ini, mulai ada pergerakan virus di dalam aliran darah dan mulai mereplikasi diri dalam jumlah banyak. Sistem kekebalan tubuh pada penderita pun akan mengalami reaksi inflamasi.


2. Merasa Lelah dan Lesu

Sistem kekebalan tubuh yang mengalami respon inflamasi tersebut akan menghasilkan efek lelah dan lesu pada penderita. Jadi, kelelahan bisa menjadi gejala awal dan gejala lanjutan dari HIV.


3. Pegal-pegal, Nyeri Otot dan Persendian

Seringkali, ARS mirip dengan gejala flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain. Bahkan ada kemiripan pula dengan gejala sifilis atau hepatitis.

Hal ini bukanlah sesuatu yang mengherankan, banyak gejala penyakit yang mirip dengan ARS, termasuk nyeri otot dan nyeri pada persendian, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening termasuk dalam bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia, bila terjadi infeksi maka cenderung akan mengalami peradangan. Letak dari kelenjar getah bening antara lain berada di leher, ketiak, pangkal paha, dan lain-lain.


4. Sakit Kepala dan Sakit Tenggorokan

Tanda lainnya seseorang mengalami ARS adalah adanya gejala sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Melakukan tes HIV bagi Anda yang mempunyai risiko tinggi HIV merupakan ide yang paling baik. Sebab, HIV justru akan mudah menular pada tahap-tahap awal tersebut.


5. Mual, Muntah dan Diare

Sebanyak 30-60 persen dari orang yang terinfeksi HIV mempunyai gejala jangka pendek seperti mual, muntah, atau diare pada tahap awal HIV.

Gejala ini bisa pula muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral, dan biasanya disebabkan karena adanya infeksi oportunistik.

Diare tanpa henti yang dialami penderita dan sudah tidak dapat direspon dengan obat, bisa jadi adalah indikasi.

Namun, gejala tersebut penyebabnya bisa berupa organisme yang biasanya tidak terlihat pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang bagus.


6. Berat Badan yang Terus Turun

Penurunan berat badan yang terjadi terus menerus, biasanya juga menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh penderita HIV sedang menurun.


7. Batuk Kering

Batuk kering yang berlangsung lama (menahun) dan makin parah bisa menjadi tanda pertama seseorang terinfeksi HIV.


8. Pneumonia

Penurunan berat badan serta batuk menahun juga bisa menjadi pertanda infeksi serius yang penyebabnya adalah kuman penyakit.

Mungkin bila sistem kekebalan tubuh seseorang mampu bekerja dengan baik, maka kuman penyakit tersebut tidak akan dapat dengan mudah menyerang seseorang.

Terdapat begitu banyak infeksi oportunistik yang berbeda, dan masing-masing bisa datang dalam waktu yang tidak bersamaan.

Pneumonia termasuk dalam kategori infeksi oportunistik, sedangkan yang lainnya bisa saja termasuk toksoplasmosis, infeksi parasit yang menyerang otak, cytomegalovirus, dan infeksi jamur pada rongga mulut.


9. Sering Berkeringat di Malam Hari

Sekitar 50 persen dari orang yang terkena HIV akan mengeluarkan keringat di malam hari selama tahap awal infeksi HIV.

Keringat malam tersebut akan terjadi bahkan ketika penderita sedang tidak melakukan kegiatan fisik apapun.


10. Perubahan Fisik Pada Kuku

Tanda lainnya dari infeksi HIV akhir ialah terjadinya perubahan pada kuku, tampak seperti membelah, terjadi penebalan dan kuku jadi melengkung. Atau bisa juga perubahan terjadi pada warna kuku, nampak hitam atau coklat berupa garis vertikal ataupun horizontal.

Perubahan ini seringkali disebabkan karena infeksi jamur seperti kandida yang rentan menginfeksi tubuh penderita HIV karena menurunnya sistem kekebalan tubuh.


11. Infeksi Jamur

Infeksi Jamur yang umum terjadi pada tahap lanjut adalah thrush, merupakan infeksi mulut yang penyebabnya adalah jamur Candida.

Candida sering muncul pada rongga mulut dan kerongkongan, sehingga penderita akan sulit untuk menelan makanan.


12. Sulit Berkonsentrasi

Masalah kognitif bisa menjadi gejala demensia yang berhubungan dengan HIV. Biasanya, akan terjadi secara perlahan selama perjalanan penyakit.

Ditandai dengan perasaan kebingungan dan sulit berkonsentrasi yang dialami oleh penderita. Demensia yang berhubungan dengan AIDS cenderung melibatkan masalah memori pada otak dan masalah perilaku emosional seperti mudah tersinggung dan cepat marah.

Di samping itu, kemungkinan juga akan terjadi perubahan motorik pada si penderita, seperti cenderung ceroboh, kurangnya koordinasi gerak tubuh, dan berbagai masalah aktivitas yang memerlukan keterampilan motorik halus seperti menulis dengan tangan, dan lain-lain.


13. Timbulnya Herpes pada Mulut dan Kelamin

Cold sores atau herpes mulut dan herpes kelamin atau herpes genital bisa menjadi gejala dari ARS dan stadium infeksi HIV.

Herpes tersebut bisa juga menjadi faktor yang berisiko untuk terjadinya penularan HIV. Sebab, herpes kelamin akan mengakibatkan borok yang membuat virus HIV semakin mudah masuk ke dalam tubuh selama berhubungan seksual. HIV yang membuat lemah sistem kekebalan tubuh juga menimbulkan risiko tinggi penderita terkena herpes.


14. Sering Timbul Masalah Kesemutan (Mati Rasa)

Tahap akhir HIV bisa juga mengakibatkan mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki. Hal ini juga dapat terjadi pada orang dengan indikasi diabetes mellitus, disebut juga dengan neuropati perifer.

Hal ini menandakan telah terjadi kerusakan pada saraf si penderita. Untuk mengobati gejala mati rasa atau kesemutan ini biasanya akan diberikan obat-obatan penghilang rasa sakit dan antikejang seperti gabapentin yang dijual bebas di apotek.


15. Ketidakteraturan Menstruasi Pada Wanita

Indikasi HIV pada tahap lanjut biasanya akan menimbulkan risiko si penderita (wanita) mengalami ketidakteraturan menstruasi, misalnya periode menstruasi yang terjadi cenderung lebih jarang dan intensitasnya lebih sedikit.

Namun, hal ini mungkin lebih berhubungan pada penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita penderita HIV pada tahap akhir.

Infeksi HIV juga terkait dengan usia menopause yang lebih dini, yaitu sekitar usia 47 tahun. Sedangkan pada wanita yang tidak terinfeksi, biasanya kondisi menopause akan terjadi di sekitar usia 49 tahun.


Demikian posting kami tentang tanda atau gejala yang dapat menjadi indikasi seseorang terinfeksi HIV, semoga informasi ini bermanfaat dan membuat kita lebih waspada terhadap penyebaran virus atau penyakit HIV/AIDS.

Tentunya dengan sadar pemakaian pengaman saat melakukan hubungan seksual dan menghentikan berbagai penggunaan obat-obat terlarang terutama penggunaan jarum suntik tidak steril yang dilakukan berganti-gantian.

Sumber:
http://health.detik.com/read/2011/10/31/102959/1756146/763/16-tanda-yang-menunjukkan-orang-terinfeksi-hiv



0 Response to "15 Tanda Umum yang Mengindikasikan Seseorang Terinfeksi HIV"