Tips Memberikan Makanan Pengganti ASI yang Sehat untuk Bayi Anda





Tips Memberikan Makanan Pengganti ASI yang Sehat untuk Bayi Anda
izzatunnisa.wordpress.com
Orang tua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anaknya.

Penting sekali bagi para orangtua untuk memperhatikan waktu pemberian makanan, frekuensi, porsi atau jumlah makanan yang sesuai, dan jenis atau bahan makanan apa yang tepat untuk diberikan.

Terutama ini harus dilakukan sejak anak masih bayi. Tentunya pemberian Makanan Pengganti ASI (MPASI) harus dilakukan secara bertahap, dan sesuaikan dengan tingkat usia bayi.

Pada awalnya, bayi akan diberikan makanan bertekstur lunak seperti bubur susu, dan bubur saring. Setelah itu pemberian makan bertekstur lembek seperti bubur biasa, dan nasi tim. Sampai akhirnya bayi mampu mencerna makanan pada seperti nasi biasa atau makanan keluarga.

Baca juga: Efektivitas Pemberian Vitamin Otak untuk Kecerdasan Anak

Ahli gizi klinik dari Departemen Gizi FKUI-RSCM, Dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK mengingatkan anak yang belum berusia 1 tahun pada makanannya tidak perlu ditambahkan gula dan garam.

Karena hal tersebut dapat membuat anak menginginkannya terus menerus atau istilahnya ‘craving’ (menyidam).

Makanan manis atau asin yang terlalu banyak dikonsumsi tentunya akan berdampak buruk bagi kesehatan si bayi atau ketika nanti telah dewasa.

Biarkan anak anda mengkonsumsi rasa alami dari makanan tanpa gula dan garam, seperti merasakan rasa ayam tanpa garam, merasakan rasa susu alami, atau ras buah alami.

Nah, berikut ini adalah beberapa saran dalam pemberian makanan pengganti ASI yang baik untuk bayi:

Makanan Pengganti ASI untuk Usia 6-7 bulan

Untuk merangsang tumbuhnya gigi, pemberian MPASI sangatlah berguna. Selain itu, juga akan melatih kemampuan motorik si bayi, seperti memegang makanan sendiri (finger good).

Berikanlah bayi makanan lunak untuk tahap awal perkembangannya, serta berikanlah makanan-makanan cair seperti biskuit dan bubur susu.

Anda dapat membuat bubur susu dari campuran tepung beras dengan ASI. Selingi juga dengan tepung beras merah, labu kuning, atau kacang hijau.

Berikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, setelah itu secara bertahap tambah jumlahnya dan buat agak kental.

Sebaiknya hindari mencampur-campur makanan, kenalkan bayi pada makanan satu demi satu. Untuk mengenalkan makanan baru lainnya, tunggu setelah beberapa hari. Hal ini berguna untuk melihat apakah bayi mempunyai alergi terhadap makanan tersebut atau tidak.

Bayi boleh juga diberikan buah-buahan seperti pisang ambon, pisang raja, labu, jeruk, dan pepaya. Untuk menghindari diare, pilihlah buah yang baik dan tak bergetah.

Anda bisa membuat jus dengan campuran susu atau buah yang baik untuk dikonsumsi sebanyak dua kali sehari dan dua sendok makan.

Supaya si buah hati mengenal rasa, berikan setiap jenis buah berturut-turut selama 2-3 hari. Lalu bisa dikenalkan dengan buah lainnya.

Baca juga: 8 Asupan Penting Untuk Daya Tahan Tubuh Anak Anda

Setelah bayi dapat mengenal rasa buah, kemudian anda dapat menambahkan bubur susu ke dalamnya. Beri bayi anda makanan dengan komposisi satu kali buah lumat dan satu kali bubur susu.

Suapkan bubur menggunakan sendok kecil, bila bayi enggak mau makan, jangan dipaksa tapi cobalah bujuk hingga ia mau makan kembali, atau anda bisa menundanya di lain waktu di saat ia merasa lapar.

Pada saat bayi berusia 7 bulan, selain memberikannya bubur susu dan buah, anda juga dapat mulai memberikan makanan bubur saring.

Untuk komposisinya, pilih bahan makanan sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, atau kacang hijau. Lalu lengkapi dengan protein nabati maupun hewani serta sayuran hijau.

Untuk protein hewani, bisa didapatkan dari kuning telur. Kemudian campur bahan-bahan tadi dan diblender hingga halus atau diulek di atas saringan.

Berikan 2 sendok makan sekali makan untuk 2-3 kali sehari pada tahap awal, kemudian bisa anda tingkatkan lagi jumlahnya paling tidak sampai 7 sendok makan.


Makanan Pengganti ASI untuk Usia 8-9 bulan

Pada usia 8-9 bulan, bayi boleh dikenalkan dengan makanan yang lebih padat karena pencernaan bayi sudah lebih kuat.

Di samping pemberian bubur susu berbahan buah atau tepung, lengkapi juga dengan bubur saring. Anda boleh memberikan bubur dengan jumlah minimal 8 sendok makan untuk sekali makan pada tahap usia ini.

Makanan selingan seperti bubur kacang hijau, pudding dari susu dan buah atau biskuit dapat anda kenalkan pada bayi.

Kemudian secara bertahap, boleh anda tambahkan kandungan gizi lain dalam bubur dengan zat lemak seperti santan, minyak kelapa, atau margarin.

Selain memberi rasa gurih, dan dapat menambah kalori makanan, lemak juga dapat mempertinggi penyerapan vitamin A serta zat gizi lain yang larut dalam lemak.

Sumber protein hewani selain telur juga boleh anda tambahkan pada bubur anak, seperti daging ayam, ikan, atau daging sapi.

Agar si kecil terhindar dari masalah sulit makan (hanya mau makan dengan menu tertentu), anda dapat memberikan variasi bahan makanan secara bergantian setiap harinya.

Makanan Pengganti ASI untuk Usia 10-12 bulan

Pada usia ini, si kecil sudah mampu mencerna makanan semi padat berupa nasi tim misalnya. Secara bertahap, anda bisa mengenalkan bayi pada makanan keluarga.

Secara berangsur, anda atur bentuk dan kepadatan nasi tim hingga mendekati kepadatan makanan keluarga.

Komposisi dari nasi tim ini yaitu dari terbuat dari beras dan dilengkapi dengan protein hewani dan nabati seperti: ikan, hati ayam, telur, daging ayam, daging sapi, tempe, telur, dan sayuran.

Untuk memberikan tambahan rasa, anda bisa menambahkan bumbu alami pada nasi tim, misalnya ikan ditumis dengan mentega dan bawang putih, atau sayur sup dimasak dengan bawang putih, bawang merah, dan daun bawang.

Secara bergantian, campurkan makanan lembek lauk pauk dan sayuran ke dalam nasi tim. Untuk pengolahan lauk pauknya sebaiknya dilakukan secara terpisah.

Karena bila dicampur dan dihangatkan berulang-ulang, maka gizinya akan banyak berkurang. Berikan pula makanan selingan bergizi seperti bubur kacang hijau, atau buah-buahan seperti pepaya, pisang, dan jeruk.

Baca juga: Cara Tepat Mencegah Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Jadi, bayi dikenalkan sejak dini dengan beraneka ragam makanan sehat secara bertahap. Dengan begitu, akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan anak anda untuk mengkonsumsi makanan sehat di kemudian hari.

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2013/09/18/1113088/trik.mengatur.jadwal.makan.bayi.



0 Response to "Tips Memberikan Makanan Pengganti ASI yang Sehat untuk Bayi Anda"